Disleksia
Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti 'kesulitan
dengan kata-kata'. Artinya, penderita ini memiliki kesulitan untuk mengenali
huruf atau kata. Hal itu terjadi karena kelemahan otak dalam memproses
informasi.
Akibatnya, anak yang menderita disleksia susah untuk
membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti masalah matematika. Ini
menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri untuk hadir di antara
teman-teman di kelasnya. Peluang disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki
dan perempuan sama besarnya. Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan
ke generasi berikutnya.
Disleksia ditandai dengan adanya kesulitan membaca pada anak
maupun dewasa yang seharusnya menunjukkan kemampuan dan motivasi untuk membaca
secara fasih dan akurat. Disleksia merupakan salah satu masalah tersering yang
terjadi pada anak dan dewasa. angka kejadian di dunia berkisar 5-17% pada anak
usia sekolah. Disleksia adalah gangguan yang paling sering terjadi pada masalah
belajar. Kurang lebih 80% penderita gangguan belajar mengalami disleksia.
Disleksia (dyslexia) timbul karena masalah dalam proses
pengolahan informasi di otak, terutama pada bagian yang menjadi pusat bahasa.
Akibatnya, kemampuan anak dalam membaca dan menulis menjadi rendah.
Disleksia merupakan suatu kelainan yang sifatnya menurun.
Seorang anak yang memiliki orang tua dengan sejarah disleksia, kemungkinan
besar akan mengalami kesulitan yang sama dalam hal membaca dan menulis. Selain
itu, anak yang lambat belajar bicara saat usia prasekolah, juga berisiko tinggi
menderita disleksia.
Ciri-Ciri Disleksia
Pada Anak
Sebenarnya, gejala disleksia bisa dideteksi sejak anak berusia
dini, misalnya pada usia prasekolah atau sekolah dasar, dengan memperhatikan
beberapa ciri berikut ini:
·
Anak
mengalami kesulitan berbicara, serta mengucapkan kata-kata panjang secara
benar.
·
Kesulitan
mempelajari susunan alfabet, mengurutkan hari dalam seminggu, serta mengenali
warna, bentuk, dan angka.
- · Kesulitan mengenali dan melafalkan bunyi huruf.
- · Kesulitan dalam mengeja kata atau suku kata.
- · Tidak bisa membedakan antara kanan dengan kiri.
- · Sering menulis huruf atau angka secara terbalik.
- · Menemui kesulitan dalam pelajaran berhitung.
- · Kesulitan mengikuti instruksi yang terdiri atas beberapa langkah.
Tanda-tanda disleksia pada usia pra
sekolah antara lain:
- · Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
- · Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
- · Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
- · Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
- · Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
- · Sulit untuk berpakaian
Pada anak usia
prasekolah, adanya riwayat keterlambatan berbahasa atau tidak tampaknya bunyi
dari suatu kata (kesulitan bermain kata-kata yang berirama, kebingungan dalam
menghadapi kata-kata yang mirip, kesulitan belajar mengenal huruf) disertai
dengan adanya riwayat keluarga yang menderita disleksia, menunjukkan faktor
risiko yang bermakna untuk menderita disleksia.
Tanda-tanda disleksia di usia sekolah
dasar:
- · Sulit membaca dan mengeja
- · Sering tertukar huruf dan angka
- · Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
- · Sulit mengerti tulisan yang ia baca
- · Lambat dalam menulis
- · Sulit konsentrasi
- · Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
- · Percaya diri yang rendah
- · Masih tetap kesulitan dalam berpakaian
Pada anak usia
sekolah biasanya keluhan berupa kurangnya tampilan di sekolah tetapi sering
orangtua dan guru tidak menyadari bahwa anak tersebut mengalami kesulitan
membaca. Biasanya anak akan terlihat terlambat berbicara, tidak belajar huruf
di taman kanak-kanak dan tidak belajar membaca pada sekolah dasar. Anak
tersebut akan makin tertinggal dalam hal pelajaran sedangkan guru dan orangtua
biasanya makin heran mengapa anak dengan tingkat kepandaian yang baik mengalami
kesulitan membaca.
Bila
seorang anak didiagnosa disleksia, ia harus mendapat dukungan ekstra di
sekolahnya dari seorang guru spesialis. Biasanya ini bisa dilakukan dengan
bantuan intens dalam pelajaran membaca dan menulis.Tapi disleksia tak harus
menghentikan anak-anak untuk terus belajar. Ia tak akan menimbulkan efek pada
intelijensinya, karena otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda.Bahkan
beberapa penderita disleksia memiliki kreativitas yang tinggi, kemampuan
berbicara yang baik, pemikir inovatif atau pencari solusi yang intuitif.
- Berikan dukungan pada anak anda
·
Bacakan
buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
·
Untuk
usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan
membantu.
·
Ajarkan
dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
·
Jangan
memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
·
Bantu
untuk mengerjakan PR
·
Tingkatkan
kepercayaan diri mereka
·
Berikan
suplemen minyak ikan yang mengandung omega-3 dan Omega-6 sehingga dapat
meningkatkan konsentrasinya saat membaca dan menulis
- Ajarkan Anak Anda
Jika anak Anda dalam tahap belum bisa membedakan mana
huruf-huruf yang mirip seperti b dan d, maka cara pengajaran yang perlu
dilakukan adalah mempelajari hurufnya satu persatu. Misalnya fokuskan
pengajaran kali ini pada huruf b. Tulislah huruf b dalam ukuran yang besar
kemudian mintalah anak untuk mengucapkan sembari tangannya mengikuti alur huruf
b atau membuat kode tertentu oleh tangan. Latihlah dan perkuatlah terus menerus
sampai ia bisa menguasainya, setelah itu mulailah beranjak ke huruf d.
Terdapat dua cara untuk mengajarkan anak membaca kata-kata:
melihat dan mendengar kata tersebut satu persatu. Buatlah kata yang dicetak
dalam ukuran besar misalnya ‘buku’, setelah itu kita ucapkan ‘buku’, lalu
mintalah anak mengulangi apa yang kita ucapkan yaitu ‘buku’. Tunjukanlah kata
tersebut terus menerus, tambahkanlah beberapa kata yang sudah ia ketahui,
hingga ia mengenali dan dapat mengucapkannya langsung begitu ia melihat kata
‘buku’.
Ada beberapa anak yang sudah bisa membaca namun ia memiliki
masalah dengan pemahaman (comprehension). Menurut Baumer (1996) ada beberapa
cara mengajar jika pemahaman anak Anda lemah:
1.
Memilih cerita yang menarik pada level dimana 98% ia bisa memahami kata-kata
dalam cerita tersebut. Mintalah ia untuk membacakan secara keras dan bilang
kepada kita apa yang telah ia baca.
2.
Jika anak tidak bisa melakukan ini, mintalah ia membaca tanpa bersuara,
berhenti setiap paragraph dan menceritakan kepada kita apa yang telah ia baca.
3.
Ketika pemahamannya berkembang, tambahkan jumlah paragraph yang ia baca hingga
ia bisa membaca dan paham keseluruhan halaman.
4.
Untuk membantu pemahamannya, Anda bisa memberikan arahan: menurutmu apa yang
dirasakan si tokoh? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana akhir
ceritanya?
Dalam mengajari anak disleksia, kita harus hati-hati untuk
tidak mengkritik terlalu jauh karena anak yang menderita disleksia rawan untuk
memiliki motivasi dan self-esteem yang jatuh. Ketika anak mulai menyadari ia
memiliki kesulitan dalam membaca dan ia sudah tertinggal jauh dari
teman-temannya, ia akan membenci pelajaran membaca dan langsung menyerah
(mogok) ketika menghadapi kata yang sulit. Aksi mogok ini bisa disiasati dengan
cara belajar membaca melalui minatnya. Misalnya pada anak yang memiliki minat
memasak, kita bisa mengajarkan membaca resep dan menyuruhnya memasak. Dari situ
kita melihat sejauh mana pemahamannya terhadap bacaan.
Mengajar membaca anak disleksia adalah proses yang tidak
mudah. Anak disleksia memiliki short term memory yang terbatas dan kosa kata
yang minim sehingga membutuhkan banyak penguatan. Variaskan metode melalui
permainan kata atau mengajak anak jalan-jalan sambil mengajari membaca
tulisan-tulisan yang ada. Dan hal yang terpenting dalam proses pembelajaran ini
adalah berilah apresiasi pada sekecil apapun perkembangannya.
Yang
dapat dilakukan orang tua di rumah adalah:
·
Usahakan
agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu. Penderita disleksia setiap saat akan
menemukan kesulitan-kesulitan. Dan bila kita biarkan mereka mencari jawabannya
sendiri,maka ketika menemukan kegagalan demi kegagalan,si penderita justru akan
menjadi semakin bodoh. Keadaan tersebut akan memperburuk penyimpangannya
.
·
Memberikan
dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Penderita disleksia akan cenderung
menghabiskan waktunya untuk mencari cara dalam usahanya untuk menguasai
sejumlah materi pelajaran seperti,membaca,menulis dan hitungan-hitungan.
Perjuangan ini hanya akan tetap bertahan apabila kepercayaan dirinya terus
terjaga
·
Buatlah
semenarik mungkin ketika mengajarinya membaca. Hampir semua anak penderita
disleksia tidak suka pelajaran membaca,karena membaca adalah pekerjaan yang
paling berat bagi dirinya. Carilah isi bacaan yang disukai oleh subjek,sehingga
hal tersebut akan menjadi menarik bagi subjek untuk terus mambacanya walaupun
sulit.
·
Berikan
model peran ,seperti orang-orang sukses yang disleksia. Model peran sangat penting
mereka untuk meningkatkan semangatnya, dan tidak selalu harus Albert Einstein,
karena mungkin itu terlalu kuno. Ambilah misalnya Orlando Bloom,Jackie Chan,Mc
Dreamy,Patrick Dempsey (ini adalah tokoh-tokoh pria sukses yang disleksia).
Untuk wanita bisa diberikan tokoh: Selma Hayek,Jewel,Whoopi Goldberg yang tentu
akan membangkitkan semangat dan harapan kesembuhan pada dirinya.
·
Bantu
mereka dengan teknologi yang membantu. Memberikan komputer saja untuk anak-anak disleksia
tidak akan sangat membantu. Berikan mereka software seperti Dragon Naturally
Speaking atau Kurzweil 3000 . Biarkan mereka belajar sampai ia benar-benar
menguasainya .
·
Gunakan
Metode Pendekatan Multi-Sensori. Wilson Reading System. Orton-Gillingham, dan Slingerland
Approach merupakan pendekatan pengajaran Multi-sensori. Mengajar mereka dengan
pendekatan multi-sensori akan sangat membantu proses recoverynya.Ke enam cara
ini bisa anda gunakan untuk bisa membantu mereka.
Bila
si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering
terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip,
Anda bisa membantunya dengan cara :
·
Mulailah
melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang
terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf
dari lilin warna-warni agar ia lebih bersemangat untuk belajar.
·
Lakukan
metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau kalimat kepadanya dan
biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya, biarkan si kecil mendikte
dan Anda yang menulis. Lalu minta ia membacakannya kembali.
·
Ajak
si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari buku bacaan atau
buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab mengenai wacana tersebut.
·
Berikan
tugas yang melatih rangsang visualnya.
Latihan Khusus Yang Bisa diberikan
Ajarkan Si Kecil Menulis
·
Sebagian
anak yang menderita disleksia memiliki tulisan yang kurang bagus. Ini
disebabkan kontrol motoriknya yang tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang
bisa dilakukan antara lain:
·
Berikan
Ia sebuah buku bergambar dengan pola titik-titik. Ajarkan Ia untuk
menghubungkan titik-titik tersebut hingga menjadi sebuah gambar. Ini berfungsi
untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
·
Latihlah
terus si kecil untuk menulis halus, berupa pola ataupun kalimat. Berikan pensil
yang tebal (misalnya pensil 2B) bila tekanan menulis si anak terlalu lemah dan
pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu
kuat.
Ajak Si Kecil Bermain angka dan Melatih Ingatan Untuk membantunya mengingat urutan
hari dalam satu minggu, bulan dalam satu tahun ataupun sejumlah deretan angka,
Anda bisa membantunya dengan cara berikut :
·
Jangan
pernah lupa untuk mengingatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat
ini.
·
Lakukan
permainan yang melatih kemampuannya dalam mengurutkan, seperti permainan
menyusun angka, kalimat dan sebagainya.
·
Di
waktu luang, mintalah ia menceritakan kembali secara berurutan suatu kejadian
yang Ia alami dalam satu hari atau sebuah film pendek yang baru saja
ditontonnya.
·
Bila
si kecil sulit memahami matematika, seperti salah menempatkan angka dan sulit
menghitung mundur atau memahami simbol. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan
penjumlahan atau pengurangan. Ganti lambang-lambang yang sulit dimengerti
dengan istilah yang mudah dipahami.
Ajak Si kecil Untuk Memahami orientasi
Kesulitan
lain yang dialami anak disleksia adalah sering kali ragu memahami orientasi
ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Tak jarang pula
dari mereka yang tidak mengerti waktu dan tempat di mana mereka berada. Untuk
meningkatkan kemampuan orientasinya, langkah berikut bisa Anda terapkan:
·
Ajak
si kecil untuk mengikuti permainan baris-berbaris atau permainan “Pegang
telinga kiri dengan tangan kananmu!”. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan
orientasinya
·
Jika
si kecil benar-benar sulit membedakan mana tangan kanan dan kiri, berilah tanda
seperti gelang pada salah satu tangannya.
- · Bacakan buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
- · Untuk usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan membantu.
- · Ajarkan dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
- · Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
- · Bantu untuk mengerjakan PR
- · Tingkatkan kepercayaan diri mereka
PEOPLE WITH DISLEKSIA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar