Kamis, 08 November 2012

Perempuan dan Laki-Laki Memang Beda, Tapi Tidak Untuk DiBedakan

PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI MEMANG BEDA, TETAPI TIDAK UNTUK DIBEDAKAN

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • Apa yang bisa dilakukan untuk menghapius KTPA : Membangun kesadaran bahwa persoalan KTPA adalah persoalan sosial, bukan persoalan individual dan merupakan pelanggaran hukum.
  • Menorong korban agar berani melaporkan kasusnya terutama pada lembaga khusus yang dapat melakukan pendampingan korban.
  • Membangun solidaritas untuk pereempuan dan anak di lingkungan masing-masing.
  • Mendukung adanya peraturan, Undang undang yang berkaitan dengan Kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak.
Apakah yang Disebut dengan Kekerasan Terhadap Perempuan 

Yaitu setiap tindakan yang mengakibatkan pada kesengsaraan dan penderitaan perempuan secara psikologis (misalnya, marah tak beralasan, mengancam, selingkuh) secara fisik (memukul, melempar, menyudut rokok), seksual (memaksa hubungan sex dibawah ancaman meski istri sekalipun) pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secarra sewenang-wenang yang terjadi di depan umum
(melarang perempuan keluar rumah) atau dalam lingkup kehidupan pribadi (melarang berbicara dan berpendapat) dan penelantaran ekonomi (tidak memberi nafkah )

Apa penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak ??




pertama, Budaya patriarkhi yang menempatkan laki-laki sebagai superior dan perempuan sebagai makhluk interior. 
kedua, pemahaman yang keliru terhadap ajaranagama, sehingga ada anggapan bahwa laki-laki boleh menguasai perempuan dan dapat bertindak sewenang-wenang karena laki-laki sebagai pemimpin.
ketiga, peniruan anak laki-laki yang suka melihat ayahnya melakukan kekerasan fisik 
keempat, frustasi , putus asa, tak punya harapan,kebiasaan buruk, minum-minuman beralkohol dan narkoba, judi, kelainan jiwa 

Mengapa Perempuan dan Anak Sering Menjadi Korban ?

  • laki-laki secara fisik lebih kuat
  • dalam masyarakat,sejak kanak-kanak laki-laki dibentuk untuk menggunakan kekuatan fisik
  •    perempuan dibesarkan dan dibentuk untuk bersikap lemah lembut dan banyak mengalah
  • ketergantungan ekonomi memaksa perempuan untuk menerima penganiayaan dari orang- orang yang menjadi gantungan hidupnya. 

Mengapa Korban Enggan Melapor ?
  1. takut terancam jiwanya
  2. takut kehilangan nafkah dari suami
  3. takut mencemarkan nama baik keluarga
  4. sikap yang lugu dan pasrah , ragu-ragu, malu, mudah tertekan apabila kasusnya dketahui hukum
  5. tidak tahu hak-nya sebagai perempuan yang juga merupakan bagian dari hak asasi manusia

Dampak KTPA
  1.  gangguan fisik
  2. gangguan kesehatan reproduksi
  3. gangguan emosi dan perilaku
 Pelaku KTPA Dapat Diadukan dan DiPerkarakan Kepada Penegak Hukum , dengan Ancaman Hukuman :

  • UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA, memberikan  ancaman pidana penjara antara 4 bulan hingga 20 tahun kepada orang dalam lingkup rumah tangganya yang melakukan kekerasan fisik , psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga
  • UNDANG UNDANG NO 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK
  • KUHP PASAL 285
  • KUHP PASAL 351-355
  • KUHP PASAL 365
  • PP NO 9 TAHUN1975 PASAL 19 JO PASAL 116
  • PP NO 9 TAHUN 1975 PASAL 24 DAN KHI PASAL 136

Selasa, 06 November 2012

Foto Pree- Wedding cute ^_^


Bingung mau bikin foto Pree-Wedding kaya apa ??

nih ada beberapa referensi :)

kalo lihat yang beginian, pengennya cepet-cepet nikah muluu ^_^
















[Renungan] Karena Kamu adalah Tulang Rusuk-ku

 

Last Child feat. Giselle - Seluruh Nafas Ini Lyrics


lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita

saat ku tertatih tanpa kau di sini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

jika memang dirimulah tulang rusukku
kau akan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini

kita telah lewati rasa yang telah mati
bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
tanpa kita mencari jalan untuk kembali
takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

di saatku tertatih (saat ku tertatih)
tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini

dan ini yang terakhir aku menyakitimu
ini yang terakhir aku meninggalkanmu
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

ini yang terakhir dan ini yang terakhir
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini

jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
untukmu seluruh nafas ini

[Renungan] Karena Kamu adalah Tulang Rusuk-ku

Dada ini longar bila tanpa penyangga, dada ini akan terasa terhimpit bila tulang yang ada tak mampu mempu menopang desah nafas. Itulah tulang rusuk, tulang rusuk suami ada pada istri dan istri sebagai penopang kehidupan suami. Tak lantas beramarah bila rusuk itu kemudian susah untuk diluruskan, dan tak harus jenggah bila suami tak jua segera meluruskan. Yang dibutuhkan adalah pengertian, kesabaran dan saling memberi waktu untuk mengerti. Itulah hakikat cinta sejati pasangan suami-istri.

Karena Kamu Tulang Rusukku
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,

“Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,

“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,

Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk
kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

Sabtu, 03 November 2012

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG CALISTUNG UNTUK ANAK USIA DINI

Kebanyakan orang tua menginginkan anak-anaknya yang masih berusia dini tumbuh sebagai anak yang pandai berhitung, membaca, dan menulis walaupun usia anak mereka masih sangat dini.
tentu saja ! semua orang tua pasti sangat ambisius agar anaknya pintar!
kemudian bercerita pada orang tua yang lain atau teman-temannya dengan semangat mengatakan " anakku sudah bisa membaca loh, sudah pandai berhitung loh ! "
hihihihi, mungkin kalau saya yang mendengarnya, saya hanya akan tersenyum , dan berkata woow :)
dan ketika saya kedatangan seorang orang tua murid dan beliau berkata ,"bu, kok anak saya belum bisa membaca padahal tahun ini mau masuk SD?"
dan jawaban saya, "nanti juga bisa bu :)"

orang tua sekarang kadang menggerutu "sekolah kok hanya nyanyi-nyanyi, "keplok-keplok"(tepuk tangan), kalau hanya begitu dirumah juga bisa. gausah sekolah. banyak sekali orang tua yang belum mengerti arti pendidikan anak usia dini. hmmmm,,,,

begini, anak usia dini adalah anak umur 0-6 tahun.dan disebut masa "GOLDEN AGE" masa dimana anak mampu menyerap lebih banyak ilmu yang diberikan. pada sekolah pertama mereka PAUD "Pendidikan Anak Usia Dini" anak-anak belajar dengan bermain, bermain sambil belajar. jadi pada masa ini anak lebih banyak bermain sambil belajar. karna nanti pada masanya anak-anak itu akan dengn sendirinya mempunyai minat belajar membaca, berhitung, dan menulis.

namun tak sedikit pula Sekolah Dasar yang menggunaka tes CALISTUNG untuk masuk ke sekolah mereka.
sedikit saya kutip :

Maaf Pak anak bapak belum bisa kami terima karena kemampuan baca tulis hitungnya masih kurang.”
Sebentar, sejak kapan anak TK harus ikut tes formal dan harus bisa baca tulis ngitung?
Memang begitu Pak aturannya.”
Aturan dari mana, boleh tahu?
Jaman sekarang anak mau SD memang harus bisa baca tulis hitung…

tidak ingin memperpanjang masalah sebelum tahu akarnya. Betulkah hal ini sudah jadi ketentuan formal yang berlaku dalam sistem pendidikan Indonesia? Apakah praktik ini sah dan direstui dunia pendidikan anak? Atau saya saja yang terbelakang tidak tahu apa-apa?

Catatan: Kalau seorang anak tidak mau menjawab sebuah pertanyaan, artinya ia tidak nyaman dengan pertanyaan itu. Atau, ada yang salah dengan pertanyaan itu.

BACA-TULIS-HITUNG DAN ANAK PRA SEKOLAH

Sebelum lebih dalam membahas  masalah ini, baiknya kita mulai dengan satu pertanyaan: Bolehkah?
Berikut aku kutip beberapa pernyataan:

Kecerdasan anak akan berkembang pesat melalui interaksi intensif dengan lingkungan sekitar. Jika tidak ada interaksi, kecerdasan anak justru tidak akan berkembang. Sementara, pengajaran calistung pada usia dini justru akan semakin menjauhkan anak dari interaksi dengan lingkungan. Oleh karena itulah, pengajaran calistung pada anak usia dini tidak diperbolehkan,”—Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional, Dr. Ace Suryadi. (http://paudcenter.info)

 “Pengenalan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tidak diperkenankan untuk diajarkan secara langsung sebagai pembelajaran kepada para anak didik di taman kanak-kanak. Calistung harus dalam kerangka pengembangan seluruh aspek tumbuh kembang anak, dilakukan sambil bermain, dan disesuaikan dengan tugas perkembangan anak. Selain itu, juga tidak dibenarkan siswa TK dites dan diuji terlebih dulu untuk melanjutkan ke tingkat sekolah dasar.”—Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Suyanto. (http://edukasi.kompas.com)

"Tidak boleh ada calistung di TK kecuali diajarkan hanya pada tataran pedagogis saja, dan tidak benar kalau ada sekolah yang memberikan tes. Itu bukan praktik yang baik.”—Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Suyanto. (http://edukasi.kompas.com)

Bahkan, menurut Dr. Ace Suryadi, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia, pengajaran calistung pada anak usia dini dilarang. “Hanya Indonesia yang masih memperbolehkan dan justru bangga jika berhasil mengajarkan calistung pada anak yang berusia di bawah 6 tahun.” (http://paudcenter.info)

Masih banyak implementasi proses pendidikan di Indonesia yang justru salah kaprah. Orang tua bangga jika anaknya yang masih balita sudah pandai calistung, Tidak sedikit sekolah dasar yang mensyaratkan agar calon siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut telah memiliki kemampuan calistung yang baik. Bahkan, ada sekolah yang dengan terang-terangan menolak calon siswa yang belum bisa calistung.”—Budayawan Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan. (http://paudcenter.info)

Popong menilai, hal itu merupakan kebijakan yang salah. Pasalnya, mengajarkan anak untuk pandai membaca, menulis, dan berhitung sesungguhnya merupakan tugas guru sekolah dasar, bukannya pendidik usia dini. “Saya berharap, pemerintah segera melakukan tindakan tegas. Kalau bisa, secepatnya menyebarkan surat edaran, yang isinya melarang sekolah dasar memberlakukan syarat bisa calistung untuk calon siswa. Ini demi memperbaiki sistem pendidikan nasional. Karena pada dasarnya kebijakan untuk mengajarkan calistung pada anak usia dini tidak dibenarkan,” (http://paudcenter.info)

Prof Suyanto menekankan kalau aturan main untuk penerimaan SD sudah tertuang dalam Surat Edaran dari Dirjen Dikdasmen Nomor: 1839/C.C2/TU/2009 yang ditujukan kepada para gubernur dan bupati/walikota di seluruh Indoensia. Surat edaran itu menyebutkan, bahwa kriteria calon peserta didik SD/MI berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun, pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten, seperti konselor sekolah/madrasah maupun psikolog. "Jadi, tidak ada itu tes-tes masuk. Di situ kan sudah dijelaskan, bahwa masuk SD itu ukurannya hanya usia, bukan kemampuan akademik melalui sebuah tes," (http://edukasi.kompas.com)

Kenapa justru usia? Kira-kira seperti ini konsekuensinya: “Jika Anda memaksakan putra-putri Anda yang berumur kurang dari 6 tahun untuk masuk SD, akibatnya mungkin tidak akan terlihat pada tahun-tahun pertama, tetapi nanti pada tahun keempat.  Mengapa ? Pada tahun pertama dan kedua, pelajaran di SD lebih banyak menekankan pada baca, tulis dan hitung; juga hal-hal yang  konkrit dan ada di kehidupan sehari-hari. Anak-anak usia 5-7 tahun tidak akan kesulitan menerimanya. Tetapi nanti pada waktu mulai tahun keempat, pelajaran mereka akan sampai pada hal-hal yang abstrak. Misal kalau matematika, sudah sampai ke menghitung luas persegi, bahkan FPB (Faktor Persekutuan Besar);  kalau IPA, sudah sampai ke sistem tubuh manusia.
Nah, hal-hal yang abstrak demikian pada umumnya baru bisa dicapai oleh anak-anak usia 10 tahun. Dan ini tidak bisa dipaksakan, karena menyangkut perkembangan otak. Seperti halnya memaksakan anak umur 6 bulan untuk berjalan. Kalaupun ada yang bisa, biasanya mereka adalah anak-anak dengan IQ tinggi.”—Pengajar TK dan Homeschooling untuk anak tercintanya, Ibu Wiwin. (http://wiwinjournal.com/)

Ibu Wiwin juga menambahkan dalam blognya: “Saya sesungguhnya tidak setuju kalau tes ini menjadi pertimbangan penentu penerimaan murid SD. Saya lebih setuju jika tes ini hanya sebagai alat untuk mengumpulkan data mana anak yang sudah bisa calistung dan mana yang belum.  Data itu nantinya akan berguna bagi guru dalam mengelompokkan murid mana yang perlu perhatian lebih dalam belajar membaca dan menulis. Anak yang saat SD belum bisa calistung, belum tentu anak yang bodoh. Ia hanya anak yang terlambat belajar calistung. Jika tidak ada masalah dalam perkembangan psikologinya, maka dalam waktu 6 bulan, dengan penanganan yang tepat, biasanya anak tersebut akan bisa mengejar ketertinggalannya dengan teman-temannya.” (http://wiwinjournal.com/)

Yang diujikan semestinya bukanlah materi akademis atau calistung, melainkan tes kemampuan dan konsep dasar. Ada kekeliruan, orang merasa anak harus bisa calistung untuk masuk SD.”—Psikolog Anak, Roslina Verauli. (http://edukasi.kompas.com)

Roslina menyarankan agar ada persamaan persepsi dulu di masyarakat, baik antara pihak sekolah, pengajar, dan orang tua agar tidak terjadi kekhawatiran yang ujung-ujungnya menekan si anak. . (http://edukasi.kompas.com)

Sejalan dengan kutipan-kutipan diatas, Kak Seto, lewat tulisannya di Koran Kompas menentang keras adanya ujian dan pengenalan baca tulis hitung yang diluar umur dan perkembangan psikologi anak.

bagaimana para orang tua ??
 :D

masih ingin memaksa anak-anaknya mebaca, menulis, dan berhitung ??

kalau anak tidak ingin melakukannya sebaiknya jangan dipaksakan demi ambisi ya para orang tua yang cerdas.sebaliknya, jika anak tersebut melakukan dengan senang hati dan tanpa paksaan , boleh boleh saja :)

ketika anak-anak bernyanyi , secara tidak langsung mereka belajar tentang isi lagu tersebut dan belajar mengamalkannya jika orang tua juga ikut mendukung dan membantu :)
karena anak-anak akan lebih mudah mengingatnya dalam bentuk lagu dari pada hanya kata-kata saja.

jadi, jangan racuni anak-anak hebat kita dengan lagu "iwak peyek" dan sejenisnya yang belum waktunya mereka dengar ya ... dan pastikan juga lagu-lagu yang mereka dengar adalah lagu yang mendidik untuk mereka yaa ...

mari kita menjadi orang tua yang cerdas, dan mendidik anak-anak dengan cerdas pula :)

ini saya kasih alamat lagu anak-anak :)

http://istana-musik.blogspot.com/2008/07/kumpulan-lagu-anak-sepanjang-masa.html

sayang sekali yaa sekarang sudah jarang ada idola cilik ^_^


Jumat, 02 November 2012

KENALI DISLEKSIA SEJAK DINI


Disleksia

 
Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti 'kesulitan dengan kata-kata'. Artinya, penderita ini memiliki kesulitan untuk mengenali huruf atau kata. Hal itu terjadi karena kelemahan otak dalam memproses informasi.
Akibatnya, anak yang menderita disleksia susah untuk membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti masalah matematika. Ini menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri untuk hadir di antara teman-teman di kelasnya. Peluang disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya. Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya.
Disleksia ditandai dengan adanya kesulitan membaca pada anak maupun dewasa yang seharusnya menunjukkan kemampuan dan motivasi untuk membaca secara fasih dan akurat. Disleksia merupakan salah satu masalah tersering yang terjadi pada anak dan dewasa. angka kejadian di dunia berkisar 5-17% pada anak usia sekolah. Disleksia adalah gangguan yang paling sering terjadi pada masalah belajar. Kurang lebih 80% penderita gangguan belajar mengalami disleksia.
Disleksia (dyslexia) timbul karena masalah dalam proses pengolahan informasi di otak, terutama pada bagian yang menjadi pusat bahasa. Akibatnya, kemampuan anak dalam membaca dan menulis menjadi rendah.
Disleksia merupakan suatu kelainan yang sifatnya menurun. Seorang anak yang memiliki orang tua dengan sejarah disleksia, kemungkinan besar akan mengalami kesulitan yang sama dalam hal membaca dan menulis. Selain itu, anak yang lambat belajar bicara saat usia prasekolah, juga berisiko tinggi menderita disleksia.

Ciri-Ciri Disleksia Pada Anak
Sebenarnya, gejala disleksia bisa dideteksi sejak anak berusia dini, misalnya pada usia prasekolah atau sekolah dasar, dengan memperhatikan beberapa ciri berikut ini:
·         Anak mengalami kesulitan berbicara, serta mengucapkan kata-kata panjang secara benar.
·         Kesulitan mempelajari susunan alfabet, mengurutkan hari dalam seminggu, serta mengenali warna, bentuk, dan angka.
  • ·         Kesulitan mengenali dan melafalkan bunyi huruf.
  • ·        Tidak mampu membaca dan menuliskan namanya sendiri.
  • ·         Kesulitan dalam mengeja kata atau suku kata.
  • ·         Tidak bisa membedakan antara kanan dengan kiri.
  • ·         Sering menulis huruf atau angka secara terbalik.
  • ·         Menemui kesulitan dalam pelajaran berhitung.
  • ·         Kesulitan mengikuti instruksi yang terdiri atas beberapa langkah.
Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:

  • ·         Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
  • ·         Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
  • ·         Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
  • ·         Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
  • ·         Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
  • ·         Sulit untuk berpakaian
Pada anak usia prasekolah, adanya riwayat keterlambatan berbahasa atau tidak tampaknya bunyi dari suatu kata (kesulitan bermain kata-kata yang berirama, kebingungan dalam menghadapi kata-kata yang mirip, kesulitan belajar mengenal huruf) disertai dengan adanya riwayat keluarga yang menderita disleksia, menunjukkan faktor risiko yang bermakna untuk menderita disleksia.

Tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:
  • ·         Sulit membaca dan mengeja
  • ·         Sering tertukar huruf dan angka
  • ·         Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
  • ·         Sulit mengerti tulisan yang ia baca
  • ·         Lambat dalam menulis
  • ·         Sulit konsentrasi
  • ·         Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
  • ·         Percaya diri yang rendah
  • ·         Masih tetap kesulitan dalam berpakaian
Pada anak usia sekolah biasanya keluhan berupa kurangnya tampilan di sekolah tetapi sering orangtua dan guru tidak menyadari bahwa anak tersebut mengalami kesulitan membaca. Biasanya anak akan terlihat terlambat berbicara, tidak belajar huruf di taman kanak-kanak dan tidak belajar membaca pada sekolah dasar. Anak tersebut akan makin tertinggal dalam hal pelajaran sedangkan guru dan orangtua biasanya makin heran mengapa anak dengan tingkat kepandaian yang baik mengalami kesulitan membaca.

 
Bila seorang anak didiagnosa disleksia, ia harus mendapat dukungan ekstra di sekolahnya dari seorang guru spesialis. Biasanya ini bisa dilakukan dengan bantuan intens dalam pelajaran membaca dan menulis.Tapi disleksia tak harus menghentikan anak-anak untuk terus belajar. Ia tak akan menimbulkan efek pada intelijensinya, karena otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda.Bahkan beberapa penderita disleksia memiliki kreativitas yang tinggi, kemampuan berbicara yang baik, pemikir inovatif atau pencari solusi yang intuitif. 

  • Berikan dukungan pada anak anda
·         Bacakan buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
·         Untuk usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan membantu.
·         Ajarkan dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
·         Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
·         Bantu untuk mengerjakan PR
·         Tingkatkan kepercayaan diri mereka
·         Berikan suplemen minyak ikan yang mengandung omega-3 dan Omega-6 sehingga dapat meningkatkan konsentrasinya saat membaca dan menulis 
  • Ajarkan Anak Anda
Jika anak Anda dalam tahap belum bisa membedakan mana huruf-huruf yang mirip seperti b dan d, maka cara pengajaran yang perlu dilakukan adalah mempelajari hurufnya satu persatu. Misalnya fokuskan pengajaran kali ini pada huruf b. Tulislah huruf b dalam ukuran yang besar kemudian mintalah anak untuk mengucapkan sembari tangannya mengikuti alur huruf b atau membuat kode tertentu oleh tangan. Latihlah dan perkuatlah terus menerus sampai ia bisa menguasainya, setelah itu mulailah beranjak ke huruf d.
Terdapat dua cara untuk mengajarkan anak membaca kata-kata: melihat dan mendengar kata tersebut satu persatu. Buatlah kata yang dicetak dalam ukuran besar misalnya ‘buku’, setelah itu kita ucapkan ‘buku’, lalu mintalah anak mengulangi apa yang kita ucapkan yaitu ‘buku’. Tunjukanlah kata tersebut terus menerus, tambahkanlah beberapa kata yang sudah ia ketahui, hingga ia mengenali dan dapat mengucapkannya langsung begitu ia melihat kata ‘buku’.
Ada beberapa anak yang sudah bisa membaca namun ia memiliki masalah dengan pemahaman (comprehension). Menurut Baumer (1996) ada beberapa cara mengajar jika pemahaman anak Anda lemah:
1. Memilih cerita yang menarik pada level dimana 98% ia bisa memahami kata-kata dalam cerita tersebut. Mintalah ia untuk membacakan secara keras dan bilang kepada kita apa yang telah ia baca.
2. Jika anak tidak bisa melakukan ini, mintalah ia membaca tanpa bersuara, berhenti setiap paragraph dan menceritakan kepada kita apa yang telah ia baca.
3. Ketika pemahamannya berkembang, tambahkan jumlah paragraph yang ia baca hingga ia bisa membaca dan paham keseluruhan halaman.
4. Untuk membantu pemahamannya, Anda bisa memberikan arahan: menurutmu apa yang dirasakan si tokoh? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana akhir ceritanya?
Dalam mengajari anak disleksia, kita harus hati-hati untuk tidak mengkritik terlalu jauh karena anak yang menderita disleksia rawan untuk memiliki motivasi dan self-esteem yang jatuh. Ketika anak mulai menyadari ia memiliki kesulitan dalam membaca dan ia sudah tertinggal jauh dari teman-temannya, ia akan membenci pelajaran membaca dan langsung menyerah (mogok) ketika menghadapi kata yang sulit. Aksi mogok ini bisa disiasati dengan cara belajar membaca melalui minatnya. Misalnya pada anak yang memiliki minat memasak, kita bisa mengajarkan membaca resep dan menyuruhnya memasak. Dari situ kita melihat sejauh mana pemahamannya terhadap bacaan.
Mengajar membaca anak disleksia adalah proses yang tidak mudah. Anak disleksia memiliki short term memory yang terbatas dan kosa kata yang minim sehingga membutuhkan banyak penguatan. Variaskan metode melalui permainan kata atau mengajak anak jalan-jalan sambil mengajari membaca tulisan-tulisan yang ada. Dan hal yang terpenting dalam proses pembelajaran ini adalah berilah apresiasi pada sekecil apapun perkembangannya.

Yang dapat dilakukan orang tua di rumah adalah:

·         Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu. Penderita disleksia setiap saat akan menemukan kesulitan-kesulitan. Dan bila kita biarkan mereka mencari jawabannya sendiri,maka ketika menemukan kegagalan demi kegagalan,si penderita justru akan menjadi semakin bodoh. Keadaan tersebut akan memperburuk penyimpangannya
.
·         Memberikan dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Penderita disleksia akan cenderung  menghabiskan waktunya untuk mencari cara dalam usahanya untuk menguasai sejumlah materi pelajaran seperti,membaca,menulis dan hitungan-hitungan. Perjuangan ini hanya akan tetap bertahan apabila kepercayaan dirinya terus terjaga

·         Buatlah semenarik mungkin ketika mengajarinya membaca. Hampir semua anak penderita disleksia tidak suka pelajaran membaca,karena membaca adalah pekerjaan yang paling berat bagi dirinya. Carilah isi bacaan yang disukai oleh subjek,sehingga hal tersebut akan menjadi menarik bagi subjek untuk terus mambacanya walaupun sulit.

·         Berikan model peran ,seperti orang-orang sukses yang disleksia. Model peran  sangat penting mereka untuk meningkatkan semangatnya, dan tidak selalu harus Albert Einstein, karena mungkin itu terlalu kuno. Ambilah misalnya Orlando Bloom,Jackie Chan,Mc Dreamy,Patrick Dempsey (ini adalah tokoh-tokoh pria sukses yang disleksia). Untuk wanita bisa diberikan tokoh: Selma Hayek,Jewel,Whoopi Goldberg yang tentu akan membangkitkan semangat dan harapan kesembuhan pada dirinya.

·         Bantu mereka dengan teknologi  yang membantu. Memberikan komputer saja untuk anak-anak disleksia  tidak akan sangat membantu. Berikan mereka software seperti Dragon Naturally Speaking atau Kurzweil 3000 . Biarkan mereka belajar sampai ia benar-benar menguasainya .

·         Gunakan Metode Pendekatan Multi-Sensori. Wilson Reading System. Orton-Gillingham, dan Slingerland Approach merupakan pendekatan pengajaran Multi-sensori. Mengajar mereka dengan pendekatan multi-sensori akan sangat membantu proses recoverynya.Ke enam cara ini bisa anda gunakan untuk bisa membantu mereka.
Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, Anda bisa membantunya dengan cara :
·         Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf dari lilin warna-warni agar ia lebih bersemangat untuk belajar.
·         Lakukan metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau kalimat kepadanya dan biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya, biarkan si kecil mendikte dan Anda yang menulis. Lalu minta ia membacakannya kembali.
·         Ajak si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari buku bacaan atau buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab mengenai wacana tersebut.
·         Berikan tugas yang melatih rangsang visualnya.

Latihan Khusus Yang Bisa diberikan
Ajarkan Si Kecil Menulis
·         Sebagian anak yang menderita disleksia memiliki tulisan yang kurang bagus. Ini disebabkan kontrol motoriknya yang tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
·         Berikan Ia sebuah buku bergambar dengan pola titik-titik. Ajarkan Ia untuk menghubungkan titik-titik tersebut hingga menjadi sebuah gambar. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
·         Latihlah terus si kecil untuk menulis halus, berupa pola ataupun kalimat. Berikan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) bila tekanan menulis si anak terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.

Ajak Si Kecil Bermain angka dan Melatih Ingatan Untuk membantunya mengingat urutan hari dalam satu minggu, bulan dalam satu tahun ataupun sejumlah deretan angka, Anda bisa membantunya dengan cara berikut :
·         Jangan pernah lupa untuk mengingatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.
·         Lakukan permainan yang melatih kemampuannya dalam mengurutkan, seperti permainan menyusun angka, kalimat dan sebagainya.
·         Di waktu luang, mintalah ia menceritakan kembali secara berurutan suatu kejadian yang Ia alami dalam satu hari atau sebuah film pendek yang baru saja ditontonnya.
·         Bila si kecil sulit memahami matematika, seperti salah menempatkan angka dan sulit menghitung mundur atau memahami simbol. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan. Ganti lambang-lambang yang sulit dimengerti dengan istilah yang mudah dipahami.

Ajak Si kecil Untuk Memahami orientasi
Kesulitan lain yang dialami anak disleksia adalah sering kali ragu memahami orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Tak jarang pula dari mereka yang tidak mengerti waktu dan tempat di mana mereka berada. Untuk meningkatkan kemampuan orientasinya, langkah berikut bisa Anda terapkan:
·         Ajak si kecil untuk mengikuti permainan baris-berbaris atau permainan “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan orientasinya
·         Jika si kecil benar-benar sulit membedakan mana tangan kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.
  • ·         Bacakan buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
  • ·         Untuk usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan membantu.
  • ·         Ajarkan dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
  • ·         Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
  • ·         Bantu untuk mengerjakan PR
  • ·         Tingkatkan kepercayaan diri mereka 

PEOPLE WITH DISLEKSIA